Rasulullah SAW bersabda, "Kamu semua harus berpegang teguh kepada sunnahku (setelah Al Qur'an) dan sunnah khulafa' rasyidin yang mendapat petunjuk Allah sesudahku. Berpeganglah dengan sunnah itu dan peganglah ia kuat-kuat, serta jauhilah perkara yang diada-adakan (dalam agama), kerana setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid'ah, dan setiap bid'ah itu sesat." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Wednesday, November 30, 2011

TUNAIKAN TANGGUNGJAWABMU WAHAI PARA SUAMI...


1. Memberikan mahar kepada isteri

“Berikanlah mahar kepada wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan”.(An-Nisa`:4)

“…berikanlah kepada isteri kalian maharnya dengan sempurna sebagai suatu kewajiban”.(An-Nisa`:24)

“Lihatlah apa yang boleh engkau jadikan mahar dalam pernikahanmu, walaupun hanya cincin dari besi”. (HR. Bukhari-Muslim)

2. Menjadi pelindung dan pemimpin bagi isteri

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (isteri), kerana Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya”. (Q.S. An-Nisa:34)

3. Berlemah-lembut dalam memperlakukan, mendidik dan memimpin isteri

“Bergaullah kalian dengan para isteri secara patut. Apabila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah kerana mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (An-Nisa`: 19)

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, janganlah dia mengganggu tetangganya, dan perlakukanlah wanita dengan baik. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, dan sesungguhnya bahagian tulang rusuk yang paling bengkok adalah bahagian atasnya. Jika engkau bermaksud meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya dan jika engkau membiarkannya, maka ia akan tetap bengkok. Oleh kerana itu, perlakukanlah wanita dengan baik”. (HR. Al-Bukhari Muslim)

4. Memberikan nafkah kepada isteri

“Hendaklah orang yang diberi kelapangan memberikan nafkah sesuai dengan kelapangannya dan barangsiapa disempitkan rezekinya maka hendaklah ia memberi nafkah dari harta yang Allah berikan kepadanya”. (Ath-Thalaq: 7)

“Bertakwalah kepada Allah dalam perihal wanita. Kerana sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanat Allah dan dihalalkan atas kalian kemaluan mereka dengan kalimat Alah. Maka hak mereka atas kalian adalah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan cara yang ma’ruf”. (HR. Muslim)

“Engkau beri makan isterimu apabila engkau makan, dan engkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukul wajahnya, jangan menjelekkannya, dan jangan memboikotnya (mendiamkannya) kecuali di dalam rumah”. (HR. Abu Dawud)

“Ketahuilah, kalian memiliki hak terhadap isteri-isteri kalian dan mereka pun memiliki hak terhadap kalian. Hak kalian terhadap mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seseorang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. Sedangkan hak mereka terhadap kalian adalah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka”. (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Seseorang sudah cukup berdosa apabila menyia-nyiakan siapa yang wajib diberinya makan”. (HR. Muslim)

5. Tidak menyebarkan aib isterinya

“Manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah laki-laki yang ‘mendatangi’ isterinya, dan wanita itu pun ‘mendatangi’ suaminya, kemudian ia menyebarkan rahsia isterinya”. (HR. Muslim)

6. Berbuat baik (ma’ruf) dan sabar terhadap isteri

“Dan para isteri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang ma’ruf”. (Al-Baqarah: 228)

“Kaum mukmin yang paling sempurna keimanannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baiknya kalian ialah yang terbaik kepada isteri-isterinya”. (HR. At-Tirmidzi)

“Islam itu mempunyai tanda dan petunjuk jalan,” dan seterusnya…, di antaranya disebutkan, “Engkau memberi salam kepada keluargamu ketika menemui mereka dan engkau memberi salam kepada suatu kaum ketika melewati mereka. Siapa yang meninggalkan sesuatu dari hal itu, maka dia telah meninggalkan satu bahagian dari Islam. Dan siapa yang meninggalkan semuanya, maka ia telah berpaling dari Islam”. (HR. At-Tirmidzi)

“Barang siapa  antara para suami- bersabar atas perilaku buruk dari isterinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub a.s atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang siapa antara para isteri bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiyah, isteri fir’aun”. (HR. Nasa`i dan Ibnu Majah)

7. Membantu isteri untuk taat kepada Allah SWT, menjaganya dari api neraka, dan memberikan pengajaran agama

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu….” (At-Tahrim: 6)

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Penguasa yang memimpin atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang mereka dan seorang pria adalah pemimpin atas keluarganya, dan ia akan ditanya tentang mereka”. (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Abu-Dawud, Ahmad)

“Semoga Allah merahmati seorang pria yang bangun malam untuk solat dan membangunkan isterinya untuk solat. Jika isterinya menolak, maka ia memercikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam untuk mengerjakan solat dan membangunkan suaminya untuk solat. Jika suaminya menolak, maka ia memercikkan air ke wajahnya”. (HR. An-Nasa’i)

8. Suami berhak cemburu dan menjaganya

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu dan putri-putrimu serta wanita-wanita kaum mukminin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka di atas tubuh mereka. Yang demikian itu lebih pantas bagi mereka untuk dikenali (sebagai wanita merdeka dan wanita baik-baik) hingga mereka tidak diganggu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Penyayang”. (Al-Ahzab: 59)

“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: ‘Hendaklah mereka menundukkan sebahagian pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka…” (An-Nur: 31)

“… janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa tampak darinya (tidak mungkin ditutupi). Hendaklah pula mereka menutupkan kerudung mereka di atas leher-leher mereka dan jangan mereka tampakkan perhiasan mereka kecuali di hadapan suami-suami mereka, atau ayah-ayah mereka, atau ayah-ayah suami mereka (ayah mertua), atau di hadapan putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau di hadapan saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka (keponakan laki-laki), atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau di hadapan wanita-wanita mereka..” (An-Nur:31)

Dalam khutbah haji wada’ Rasulullah SAW berpesan kepada umatnya tentang banyak hal. Salah satunya adalah mengenai hidup berumah tangga. Rasulullah SAW berpesan:

“Ingatlah, berilah pesan yang baik terhadap isteri kalian. Sesungguhnya mereka memerlukan perlindunganmu. Sedikitpun kamu jangan berbuat kejam kepada mereka. Janganlah berbuat sesuatu yang melampaui batas kepada mereka, kecuali telah nyata bahawa mereka melakukan kejahatan. Jika memang mereka melakukan kejahatan, janganlah kamu menemui mereka di tempat tidur. Jika engkau telah memisahkan mereka dari tempat tidurmu, mereka masih tidak merasa bersalah, maka pukullah mereka dengan pukulan yang ringan yang tidak melukai. Apabila mereka taat, janganlah berlaku keras terhadap mereka”.

“Ingatlah, sesungguhnya isterimu mempunyai hak terhadap kalian para suami. Hak kalian terhadap isterinya adalah melarang mereka mengizinkan masuk seseorang yang tidak kamu sukai kedalam kamarmu dan tidak mengizinkan masuk orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumahmu. Hak mereka atas kamu adalah kamu pergauli mereka dengan cara yang baik, tidak memukul mukanya, tidak boleh menjelek-jelekkannya dan memenuhi segala keperluan mereka terutama makanan dan pakaian serta tidak boleh mendiamkannya kecuali di dalam rumah”. (HR Abu Daud dan At Tirmidzi)

Dalam kesempatan lain Rasulullah saw bersabda, “Ingatlah, orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya. Orang yang paling baik budi pekertinya adalah yang paling baik perlakuannya terhadap isterinya” (HR At Tirmidzi)

“Janganlah seorang mukmin memarahi isterinya ataupun seorang wanita beriman. Jika tidak suka terhadap salah satu sifatnya, maka pasti ada sifat lainnya yang menyenangkan. Dunia ini adalah suatu kesenangan yang sementara, dan sebaik-baik kesenangan di dunia adalah wanita yang solehah” (HR Muslim)

Sumber:
Mutiara Hati

Friday, November 18, 2011

Doa Asmaul Husna

Doa-doa Asmaul Husna ni aku kongsi daripada seorang rakan baikku ketika di  SMK Abu Bakar Temerloh (1989) ketika membelek-belek wall pagenya  iaitu "JAGALAH ALLAH, ALLAH MENJAGAMU" untukku panjang2kan pahalanya. Dia yang kumaksudkan ialah Hajjah Hasnah...memang rajin orangnya sejak di sekolah dulu..nota-notanya sering dipuji oleh guru2 kerana kekemasan terutamanya oleh Cikgu Ong iaitu guru Geografiku...Notanya memang lengkap, dia memang pintar orangnya. Aku amat menyayanginya.Meskipun tidak bersua agak terlalu lama, namun ikatan ukhuwah yang kami bina di laman muku buku terasa seolah2 kami berada terlalu dekat. Sering berkongsi cerita tika ada masa terluang. Ku doakan mudah2an kehidupan sahabatku ini akan sentiasa diberkati Allah, Insya Allah. Tq Hjh...atas perkongsian ilmu yang cukup bermanfaat ini





















Thursday, November 3, 2011

SEMOGA REDHAMU SENTIASA BERSAMA





 
Bismillahirrahmanirrahim
 
بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ya Allah Ya Tuhanku...

Kau lindungilah ibu dan ayahku, adik beradikku serta ahli

keluargaku daripada segala bahaya dan musibah. Kau 

lindungilah mereka daripada kejahatan orang-orang yang zalim.

 Kau berkatilah mereka dalam segala perkara...

Semoga redhaMu bersama mereka.

Aamiin Ya Robbal A'lamin








Tuesday, November 1, 2011

Waktu terkabul DOA


Berdoa Pada Waktu Yang Tepat 

Di antara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahawa doa ketika waktu-waktu tersebut dikabulkan. Di antara waktu-waktu tersebut adalah: 

1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir 

Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya: 

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون 

“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18) 

Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam: 

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له 

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758) 

Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Kerana tentu berbeza. Yang penting kita mengimani bahawa Allah Ta’ala turun ke langit dunia, kerana yang berkata demikian adalah Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya. 

Dari hadits ini jelas bahawa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa. Lebih lagi di bulan Ramadhan, bangun di sepertiga malam akhir bukanlah hal yang berat lagi kerana bersamaan dengan waktu makan sahur. Oleh kerana itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu tersebut untuk berdoa. 

2. Ketika berbuka puasa 

Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, kerana pada waktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, iaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadis: 

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه 

“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151) 

Keberkahan lain pada waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam: 

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم 

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang dizalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi) 

Oleh kerana itu, jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, iaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana hadis 

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله 

“Biasanya Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa: 

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله 

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/ 

(‘Rasa haus telah hilang, kerongkong telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232) 

Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan lafaz berikut: 

اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين 

adalah hadis palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadis. Tidak terdapat di kitab hadis manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa ini sebagai hadis Nabi Sollallahu’alaihi Wasallam. 

Oleh kerana itu, doa dengan lafaz ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa seperti saya dan anda. Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini tidak boleh dipopularkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa. 

Memang ada hadis tentang doa berbuka puasa dengan lafaz yang mirip dengan doa tersebut, misalnya: 

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم 

“Biasanya Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim” 

Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341), dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani: “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadis ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Atau doa-doa yang lafaz-nya semisal hadis ini semuanya berkisar antara hadis dhaif atau munkar. 

3. Ketika malam lailatul qadar 

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: 

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ 

“Malam Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3) 

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha: 

قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني 

“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah: 

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني 

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni ['Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku'']”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”) 

Pada hadis ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafaz yang diajarkan tersebut. 

4. Ketika azan berkumandang 

Selain dianjurkan untuk menjawab azan dengan lafaz yang sama, saat azan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam bersabda: 

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا 

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. iaitu ketika azan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”) 

5. Di antara azan dan iqamah 

Waktu jeda antara azan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam: 

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة 

“Doa di antara azan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”) 

Dengan demikian jelaslah bahawa amalan yang dianjurkan antara azan dan iqamah adalah berdoa, bukan selawat, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berzikir atau sedang solat sunat. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, 

لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة 

“Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16). 

Selain itu, orang yang berselawat atau membaca Al Qur’an dengan suara keras di waktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam, iaitu berdoa. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia inginkan. Sungguh rugi jika ia melewatkannya. 

6. Ketika sedang sujud dalam solat 

Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam bersabda: 

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا 

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482) 

7. Ketika sebelum salam pada solat wajib 

Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam bersabda: 

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, bilakah doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Di akhir malam dan di akhir solat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499) 

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahawa yang dimaksud ‘akhir solat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahawa Nabi Sollallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada solat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah solat itu disyariatkan atau tidak? Jawapbannya: tidak disyariatkan. Kerana Allah Ta’ala berfirman: 

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ 

“Jika engkau selesai solat, berzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah solat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216). 

Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada solat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang disyariatkan iaitu di antara azan dan iqamah, ketika azan, ketika sujud dan sebelum salam. 

8. Pada hari Jumaat 

Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam bersabda, 

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها 

“Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu) 

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat. 

Pendapat pertama, iaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai solat Jum’at, berdasarkan hadis: 

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة 

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai solat Jumaat selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu). 

Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi. 

Pendapat kedua, iaitu setelah Asar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadis: 

يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر 

“Dalam 12 jam hari Jumaat ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur di kalangan para ulama. 

Pendapat ketiga, iaitu setelah Asar, namun di akhir-akhir hari Jumaat. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini. 

Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, iaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr. 

9. Ketika turun hujan 

Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh kerana itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh kerana itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah Ta’ala: 

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر 

“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, iaitu ketika azan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078) 

10. Hari Rabu antara Zuhur dan Asar 

Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, iaitu dikabulkannya doa di antara solat Zuhur dan Asar di hari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu: 

أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه 
قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة 

“Nabi solallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, iaitu hari ISnin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, iaitu di antara dua solat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘” 

Dalam riwayat lain: 

فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر 

“Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, iaitu di antara solat Zuhur dan Asar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185) 

11. Ketika Hari Arafah 

Hari Arafah adalah hari ketika para jemaah haji melakukan wukuf di Arafah, iaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jemaaah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam bersabda: 

خير الدعاء دعاء يوم عرفة 

“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi) 

12. Ketika Perang Berkecamuk 

Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah oleh Allah Ta’ala. Dalilnya adalah hadis yang sudah disebutkan di atas: 

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا 

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. iaitu ketika azan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”) 

13. Ketika Meminum Air Zam-zam 

Rasulullah Sollallahu’alaihi Wasallam bersabda: 

ماء زمزم لما شرب له 

“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502) 

Demikian huraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita. 


Amiin Ya Mujiibas Sa’iliin. 

Penulis: Yulian Purnama 
sumber : www.muslim.or.id 

cEmburu sI iStERi


Ramai lelaki tidak faham kenapa wanita selalu cemburu. Walau apapun yang dilakukan, isteri yang cemburu tetap cemburu. Cemburu sebenarnya manifestasi hilangnya rasa selamat di hati si pencemburu. Hilangnya rasa selamat bukan hanya menimbulkan cemburu tetapi juga menghilangkan rasa kepuasan..

Menurut pakar psikologi perhubungan, bagi seseorang wanita, apabila berkahwin dia mendapat kepuasan daripada dua sumber. Sumber pertama adalah tingkah laku suami atau layanan suami kepadanya. Setiap kali suaminya melayan dia dengan cara positif, maka wanita berasa sangat puas. Sebagai contoh, perbuatan membantu isteri membasuh pinggan lepas makan adalah tingkah laku positif..

Sumber kepuasan kedua datang daripada makna yang diberikannya terhadap tingkah laku suaminya. Perbuatan lelaki yang diberi makna dan nilai tinggi oleh wanita mencipta rasa kepuasan yang tinggi kepada wanita. Perkara yang dilakukan suami diberi makna dan nilai oleh isterinya. Apabila perkara itu diberi nilai tinggi, setiap kali si suami melakukan perkara itu ke atas diri si isteri, maka si isteri mengecapi rasa kepuasan yang sangat tinggi..

Tetapi bagaimana wanita memberikan nilai tinggi atau rendah ke atas perbuatan dan tingkah laku suami? Berikut adalah kriteria digunakan oleh wanita untuk memberikan nilai tinggi atau rendah ke atas setiap tingkah laku suami:

1. Bercakap Dan Berbual Mesra Dalam Tempoh Lama.
Ramai lelaki menyangka mereka boleh melakukan perbuatan ini dengan wanita yang menjadi rakan rapat mereka dan lelaki menganggap perbuatan itu tidak patut menimbulkan rasa curiga di hati isteri mereka..

Tetapi bagi wanita, perbuatan ini hanya boleh dilakukan oleh lelaki dengan isterinya, tidak dengan wanita lain. Itulah sebabnya wanita berasa cemburu apabila suaminya menghabiskan waktu yang panjang dan berbual mesra dengan wanita lain..

2. Usik Mengusik, Bergurau Senda Dan Bergelak Ketawa.
Bagi wanita perbuatan ini juga hanya boleh dilakukan oleh lelaki dengan isterinya saja, tidak dengan wanita lain. Itulah sebabnya perbuatan ini juga menimbulkan perasaan cemburu yang amat kuat di hati wanita..

3. Mencurahkan Masalah Peribadi.
Bagi wanita, suaminya tidak patut mencurahkan perasaan dan masalah peribadinya kepada wanita lain kecuali dirinya. Justeru, apabila lelaki melakukan tingkah-laku yang sepatutnya sangat eksklusif itu dengan wanita lain, nilai tingkah laku itu jatuh menjunam di mata si isteri..

Bagi si isteri, tingkah laku itu tidak lagi membawa makna dan kepuasan yang sama seperti dulu bahkan menimbulkan rasa cemburu yang sangat kuat..

4. Eksklusif Tanpa Isteri.
Lelaki melakukan pelbagai perkara dengan orang lain tetapi tidak pernah dengan isterinya. Sebagai contoh, lelaki tidak bermain bola dengan isterinya. Tingkah laku suami yang tidak pernah dibuat dengan isterinya diberikan nilai rendah oleh isteri. Jadi, perbuatan suaminya bermain bola dengan lelaki lain tidak menimbulkan cemburu isterinya.

5. Inklusif.
Ada kalanya lelaki melakukan perbuatan baik dengan isterinya atau dengan orang lain, contohnya makan. Perbuatan makan dilakukan oleh lelaki baik dengan isterinya atau orang lain.

Perbuatan ini diberi nilai sederhana tingginya oleh itu isteri berasa sederhana puas apabila makan dengan suaminya. Suaminya duduk makan semeja dengan rakan wanita sekerjanya menimbulkan reaksi cemburu yang sederhana kuatnya.

Inilah asas kepada rasa kepuasan seorang isteri. Apabila tingkah laku yang dulu eksklusif dengan dirinya, kini dilakukan juga oleh suaminya dengan wanita lain, maka nilai tingkah laku itu turun ataupun hilang sama sekali.

Akibatnya, tingkah laku suaminya itu tidak lagi memberi kepuasan kepadanya...



9 jEniS AnAk syAiTaN YAnG perlu dIjAUHI

 
9 Jenis Anak Syaitan...

1. Zalituun -  Duduk di pasar/kedai supaya manusia hilang sifat jimat cermat.Menggoda supaya manusia berbelanja lebih dan membeli barang-barang yang tidak perlu.

2. Wathiin -  Pergi kepada orang yang mendapat musibah supaya bersangka buruk terhadap Allah. 

3. A'awan -  Menghasut sultan/raja/pemerintah supaya tidak mendekati rakyat. Seronok dengan kedudukan/kekayaan hingga terabai kebajikan rakyat dan tidak mahu mendengar nasihat para ulama. 

4. Haffaf -  Berkawan baik dengan kaki botol. Suka menghampiri orang yang berada di tempat-tempat maksiat (cth: disko, kelab mlm & tempat yg ada minuman keras). 

5. Murrah -  Merosakkan dan melalaikan ahli dan orang yg sukakan muzik sehingga lupa kepada Allah. Mereka ini tenggelam dalam keseronokan dan glamour etc. 

6. Masuud -  Duduk di bibir mulut manusia supaya melahirkan fitnah, gosip, umpatan dan apa sahaja penyakit yg mula dari kata-kata mulut. 

7. Daasim -  Duduk di pintu rumah kita. Jika tidak memberi salam ketika masuk ke rumah, Daasim akan bertindak agar berlaku keruntuhan rumah tangga (suami isteri bercerai-berai, suami bertindak ganas, memukul isteri, isteri hilang pertimbangan menuntut cerai, anak-anak didera dan pelbagai bentuk kemusnahan rumah tangga lagi). 

8. Walahaan -  Menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia khususnya ketika berwuduk dan solat dan menjejaskan ibadat-ibadat kita yg lain.

9. Lakhuus - Merupakan sahabat orang Majusi yang menyembah api/matahari.


ANDAI KAU TAHU BETAPA BERHARGANYA DIRIMU


Ketika ALLAH SWT menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,"Mengapa begitu lama engkau menciptakan wanita Ya Allah???"


ALLAH SWT menjawab,"Sudahkah engkau melihat setiap perincian yang telah aku ciptakan untuk wanita?" Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan kerisauan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".


Malaikat menjawab dan takjub,"Hanya dengan dua tangan? Tidak mungkin!


ALLAH SWT menjawab,"Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan boleh bekerja 18 jam sehari".


Malaikat mendekati dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,"Ya Allah, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?"


 ALLAH SWT menjawab,"Itu tidak seperti apa yang kau bayangkan, itu adalah air mata."


"Untuk apa???", tanya malaikat.


ALLAH SWT melanjutkan,"Air mata adalah salah satu cara dia menunjukkan kegembiraan, kerisauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona lelaki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki oleh wanita.


Dia dapat mengatasi beban lebih baik dari lelaki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri,dia mampu tersenyum ketika hatinya menjerit kesedihan,mampu menyanyi ketika menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa ketika ketakutan.


Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia gembira dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia,dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran.


Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.


Allah SWT berfirman:
"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan."


"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya. "


"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh."


"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya."


"Aku memberinya kekuatan untuk menyokong suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya."


"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu."


"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan.  Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan."


"Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya, tempat di mana cinta itu berada."


"CINTANYA TANPA SYARAT. HANYA ADA SATU YANG KURANG DARI WANITA, DIA SELALU LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA."


Wallahu'alam.